Biarkan saja kamu melalu-lalang di
pikiran. mengingatmu sebagai yang terindah, dan membuang pahitmu kedalam gelas;
kosong. Yang pasti, aku percaya, semua berarti ketika bersamamu. Tanpamu akan
ku cari arti lagi. Siapa tau lebih berarti.
Perjalanan boleh berhenti; tapi
sejenak saja. Jangan terlalu lama. Masih jauh kilometer yang harus di tempuh
untuk menjemput bahagia, bukan dengan berdiam menunggu. Kecuali, menunggumu itu
suatu hal yang pasti, pasti kubela hingga kaki tak merasakan lelah lagi.
Kita sama-sama sadar. Akar pertautan
yang menunjang itu telah tercerabut. Mungkinkah menanamnya sekali lagi? Atau,
biarkan saja pohon itu rebah ke tanah dan mengering. Lalu, kita berpisah
disimpang jalan dan mencari tunas baru untuk disemaikan.
"Kita memang tidak bisa memilih
jatuh cinta pada siapa. Jika boleh memilih, sekali lagi aku akan jatuh cinta
kepadamu."
Tak perlu kamu tau, cukup rasakan
saja. Di sini, bersama gerimis di bulan Januari, aku masih mengejamu sebagai
yang pertama. -Dear You-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar